Konstruksi utama Cold Storage adalah Panel Insulation yang secara teknis dapat menghambat perpindahan/perambatan temperatur dari dalam ruang pendingin sehingga tempertur di dalam ruang pendingin dapat terjaga sesuai yang diharapkan.Dengan menurunkan suhu(mendinginkan) pada suatu produk maka aktifitas mikroba yang berada pada produk akan berkurang,sehingga kerusakan atau penurunan kualitas produk dapat dihambat.Pada produk tertentu seperti jenis sayur-sayuran atau buah-buahan kontrol pada proses suhu pendinginan sangatlah utama dan bisa dikatakan sangat kritis, karena bisa mengalami chilling injury bila berada dibawah suhu tertentu.
Blog ini berisi konten yang berhubungan dengan dunia kontruksi, safety(K3) dan instalasi Sandwich Panel.
Thursday, December 29, 2016
Friday, December 23, 2016
ISTILAH ISTILAH YANG BERHUBUNGAN CLEAN ROOM SANDWICH PANEL
Acceptance criteria. Batas atas dan bawah dari parameter kritis farmasi
parameter (dalam hal ini, lingkungan
ruangan). Jika batas terlampaui, produk farmasi dapat dianggap dipalsukan.
Air lock. Sebuah kamar kecil transisi antara dua ruangan yang
berbeda kebersihan dan tekanan udara. Pintu di kedua ujung transisi ruangan
harus di program untuk menghindari kedua terbuka secara bersamaan, untuk
meminimalkan kontak udara langsung (kontaminasi silang) dari dua kamar. Relay
waktu antara pintu diperlukan.
contoh air lock
As-built Cleanroom. Sebuah Cleanroom yang lengkap, dengan semua hubungan
layanan dan fungsional, tetapi tanpa peralatan produksi, bahan, atau orang di
dalam ruangan.
Aseptic Area - Ruang aseptik. Sebuah ruang dikendalikan sehingga
pertumbuhan bakteri terkandung dalam batas yang dapat diterima. Ini bukan ruang
steril, di yang benar-benar tidak ada kehidupan.
At-rest Cleanroom. Sebuah Cleanroom yang lengkap dengan produksi peralatan
dan bahan dan beroperasi, tapi tanpa personel di dalam ruangan.
CFU (colony-forming unit). Sebuah ukuran bakteri hadir dalam ruang
pengolahan farmasi, diukur dengan pengambilan sampel sebagai bagian dari kualifikasi
kinerja.
Challange - Tantangan. Dispersi udara dari partikel dengan ukuran
yang dikenal dan konsentrasi yang digunakan untuk menguji integritas filter dan
efisiensi.
Cleanroom. Sebuah daerah tertutup khusus dibangun dengan lingkungan
kontrol partikulat, suhu, kelembaban, tekanan udara, pola tekanan udara aliran,
gerak udara, getaran, kebisingan, organisme yang layak, dan pencahayaan.
Clean Space. Sebuah area tertentu di mana konsentrasi partikel dan kondisi
lingkungan dikendalikan pada atau di bawah batas yang ditentukan.
Contamination - Kontaminasi. Setiap material yang tidak diinginkan,
substansi, atau energi.
Conventional-flow Cleanroom - Aliran-konvensional Cleanroom. Sebuah
Cleanroom dengan non-unidirectional atau pola aliran udara campuran dan
kecepatan.
Critical parameter - Parameter kritis. Sebuah variabel ruang
(misalnya, suhu, kelembaban, perubahan udara, tekanan kamar, partikulat,
organisme yang layak) itu, oleh data pengembangan produk farmasi hukum atau
per, mempengaruhi kekuatan produk, identitas, keamanan, kemurnian, atau
kualitas (SISPQ).
Critical surfaces - Permukaan kritis. Permukaan bagian pekerjaan
yang harus dilindungi dari kontaminasi partikel.
Design conditions - Kondisi desain. Kondisi lingkungan dimana ruang
bersih dirancang.
DOP. Dioktil ftalat, aerosol sebelumnya digunakan untuk menguji
efisiensi dan integritas filter HEPA.
ESD. Discharge elektrostatik.
E.U. Uni Eropa pedoman untuk manufaktur farmasi GMP.
Exfiltration. Kebocoran udara dari ruang melalui celah-celah di
pintu dan melalui pemindahan bukaan materi, dll, karena perbedaan tekanan
ruang.
FDA. US Food and Drug Administration.
First air – Udara air. Air bahwa isu-isu langsung dari HEPA
menyaring sebelum melewati setiap lokasi kerja.
FS 209. Federal Standard (dibatalkan pada bulan November2001) bahwa
kelas kebersihan partikulat udara ditentukan dalam cleanrooms dan zona bersih.
(Organisasi Internasional untuk ISO Standardisasi) Standard 14644-1 adalah
internasional sebandingstandar untuk cleanrooms. Tabel 1 dan Gambar 1
membandingkan dan meringkas Federal dan kelas standar ISO.
GMP. Good manufacturing pratice, Praktek manufaktur yang baik,
seperti yang didefinisikan oleh Kode FederalPeraturan (CFR) 21CFR210, 211
(juga, cGMP = arus GMP). -Udara partikulat efisiensi tinggi (HEPA) filter.
Sebuah filter dengan efisiensi atas 99,97% dari 0,3 partikel um.
IEST. Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lingkungan. Untuk perbandingan
praktek direkomendasikan IEST dan dokumen ISO.
Infiltration - Infiltrasi. Udara yang tidak terkendali yang
exfiltrates dari ruang sekitarnya ruang bersih.
ISPE. Masyarakat Internasional untuk Rekayasa Farmasi.
ISO. Organisasi Internasional untuk Standardisasi. Sebagai
perbandingan dokumen ISO dan praktek direkomendasikan IEST.
Laminar flow - Aliran laminar. Lihat aliran Searah.
Leakage - Kebocoran. Lihat exfiltration.
Makeup air - Makeup udara. Air diperkenalkan ke sistem udara untuk
ventilasi, bertekanan, dan penggantian udara knalpot.
Minienvironment / Isolator. Sebuah penghalang, kandang, atau pelindung kotak yang mengisolasi produk dari pekerja produksi dan kontaminasi sumber lainnya.
Monodispersed partikel. Aerosol dengan band sempit ukuran partikel,
umumnya digunakan untuk menantang dan Peringkat HEPA dan UpLa filter udara.
Nonunidirectional aliran workstation. Sebuah workstation tanpa pola
aliran udara seragam dan kecepatan.
Operational cleanroom - Cleanroom operasional. Sebuah Cleanroom
dalam operasi normal dengan semua layanan yang ditentukan, peralatan produksi,
bahan, dan personil hadir dan melakukan fungsi kerja normal mereka.
Oral Product - Produk Oral. Sebuah produk farmasi yang akan diambil
oleh mulut oleh pasien. Mereka biasanya tidak diproduksi dalam ruang aseptik.
PAO. Polyalphaolefin, pengganti DOP dalam pengujian HEPA filter.
Parenteral Product - Produk parenteral. Sebuah produk farmasi harus
disuntikkan ke pasien. Parenteral
diproduksi dalam kondisi aseptik atau disterilisasi untuk menghancurkan bakteri
dan bertemu aseptik persyaratan.
Particle concentration - Konsentrasi partikel. Jumlah partikel
individu persatuan volume udara.
Particle size - Ukuran partikel. Jelas dimensi linier maksimum
partikel pada bidang pengamatan.
Qualification protocal - Polydispersed partikel. Aerosol dengan
pita lebar partikel ukuran, umumnya digunakan untuk kebocoran-test filter dan
sistem framing filter.
Qualification - Kualifikasi. Formal komisioning dan operasi sistem dibentuk
melalui kualifikasi instalasi, operasional, dan kinerja prosedur (dengan
persetujuan).
Qualification Protocol - Protokol kualifikasi. Penjelasan tertulis
dari kegiatan yang diperlukan untuk memenuhi syarat fasilitas farmasi, dengan
membutuhkan persetujuan tanda tangan.
Room Classification - Klasifikasi kamar. Udara ruangan kelas
kualitas (Gambar 1, Tabel 1).
SOP. Standar operasianal Prosedur. Prosedur operasi standar.
Topical Product - Produk topikal. Sebuah produk farmasi yang akan
diterapkan pada kulit atau jaringan lunak sebagai cairan, krim, atau salep,
yang karenanya tidak perlu aseptik. Produk tetes mata steril, meskipun, biasanya
diproduksi secara aseptik.
ULPA (udara ultralow-penetrasi) filter. Sebuah filter dengan
minimum efisiensi 99,999% pada 0,12 pM ukuran partikel.
Unidirectional Flow - Arus searah. Sebelumnya disebut aliran
laminar. Udara mengalir pada kecepatan konstan dan seragam dalam arah yang
sama.
Workstation. Sebuah permukaan kerja terbuka atau tertutup dengan
udara pasokan langsung.
Tuesday, December 20, 2016
JENIS JENIS PEKERJAAN YANG SERING TERJADI KECELAKAAN KERJA
Kecelakaan kerja terjadi bukan karena keinginan pekerja itu sendiri,
Namun kecelakaan kerja dapat di minimalkan atau dapat dihindari jika
sudah memenuhi standar keselamatan kerja. Aturan keselamatan kerja pada pegawai sudah di atur dalam undang-undang kesehatan dan keselamatan kerja, hanya kita harus menjalankan dengan baik dan benar.
Banyak hal yang tak terduga dapat terjadi terkait kecelakaan kerja
itu sendiri, pegawai dapat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan
akibat kecelakaan kerja. Oleh sebab itu, penting untuk kita memahami
prosedur maupun standar kecelakaan kerja.
Di indonesia masih banyak perusahaan yang masih mengabaikan standar
keselamatan kerja, pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja bagi
pegawai sepertinya masih sedikit perusahaan yang memperhatikan hal ini.
Jenis-jenis pekerjaan yang sering terjadi kecelakaan kerja :
Pekerjaan Pabrik Kimia
Pekerjaan dalam pabrik kimia sangat rawan dengan terjadinya kecelakaan kerja. para pegawai setiap hari berinteraksi dengan benda ataupun zat kimia yang berbahaya
dari pabrik kimia itu sendiri. medan kerja yang esktrim ini harus lebih
di perhatikan agar tidak ada korban akibat kecelakaan kerja.
Pekerjaan Proyek Bangunan/Konstruksi
Kecelakaan kerja pekerjaan proyek bangunan/konstruksi
sering terjadi karena medan kerja yang sangat dekat dengan kondisi
berbahaya, medan kerja yang ekstrim, interaksi dengan benda-benda keras
berbahaya seperti batu, besi beton, truk pengangkut semen dan lain-lain.
pekerjaan proyek ini selayaknya memenuhi standar keselamatan kerja,
jika para pekerja tidak di bekali dengan alat pelindung diri akan sangat
sering terjadinya kecelakaan kerja. standart kerja yang baik dapat meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja maka dari itu pekerja harus memahami potensi bahaya yang ada di area kerja.
Sunday, December 18, 2016
PIRAMIDA SAFETY, HAL DASAR YANG HARUS DI KETAHUI SAFETY OFFICER DAN SUPERVISOR.
Piramida safety
Piramida Kecelakaan Kerja menggambarkan statistik urutan (rangkaian)
kejadian yang terjadi menuju 1 (satu) kecelakaan fatal (kematian/cacat
permanen). Lebih jelasnya dapat dijabarkan dalam teori piramida
kecelakaan kerja sebagai berikut :
Suatu perusahaan dengan tingkat kejadian hampir celaka
(nearmiss) tinggi, akan sangat berpotensi mengalami kecelakaan yang berakibat
pada kerusakan alat (property damage). Saat tingkat kerusakan alat
akibat kecelakaan menunjukkan angka yang tinggi, maka potensi karyawan/pekerja
cidera sangat bisa terjadi. Dan begitu juga dengan kejadian yang berakibat
cidera ringan pada karyawan/pekerja, jika statistic menunjukkan
karyawan/pekerja banyak yang mengalami cidera ringan, maka kecelakaan yang
berakibat fatal/mati sangat mungkin bisa terjadi.
Setiap terdapat 1 (satu) kejadian kecelakaan fatal (kematian/cacat
permanen) maka di dalam 1 (satu) kejadian fatal tersebut terdapat 10
(sepuluh) kejadian kecelakaan ringan dan 30 (tiga puluh) kejadian
kecelakaan yang menimbulkan kerusakan aset/properti/alat/bahan serta 600
(enam ratus) kejadian nearmiss (hampir celaka) sebelum terjadi 1 (satu)
kejadian kecelakaan fatal tersebut. Piramida kecelakaan kerja tersebut
menggambarkan bahwa untuk (guna) mencegah kecelakaan fatal di tempat
kerja, maka harus terdapat upaya untuk menghilangkan (mengurangi)
kejadian-kejadian nearmiss di tempat kerja sehingga probabilitas menuju
kejadian kecelakaan fatal dan kejadian-kejadian lain sebelum menuju
adanya 1 (satu) kejadian fatal dapat dikurangi (tidak ada).
Kita bisa belajar banyak dari kejadian nearmiss yaitu dengan melakukan
pemeriksaan kejadian (investigasi). Dengan melakukan investigasi terhadap
kejadian nearmiss kita bisa mengetahui penyebabnya tanpa harus
mengalami kerugian. Berbeda dengan investigasi pada kecelakaan yang berakibat
kerusakan alat (property damage), kita melakukan investigasi pada
kejadian yang sudah mengakibatkan kerugian.
gambar .(petugas safety sedang menganalisa potensi bahaya)
Sebagian orang menyebut investigasi nearmiss adalah 'Gladi resik/gladi bersih', kita bisa mendapatkan root cause (akar masalah) tanpa harus mengalami kerugian.
Jadi, mana yang anda pilih ? membiarkan nearmiss tanpa diinvestigasi atau lebih suka menginvestigasi property damage..?
Selain itu juga, teori piramida kecelakaan ini bisa menjadi dasar pertimbangan apabila suatu perusahaan memiliki catatan kecelakaan baik, namun tiba-tiba terjadi kecelakaan berakibat fatal/mati. maka perlu dicurigai, banyak kecelakaan yang tidak dilaporkan.
Peran aktif dari pekerja yang melaporkan setiap nearmiss yang ditemukan di lapangan sangat membantu petugas safety untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi sumber bahaya. hal ini sangat penting sekali karena dapat meminimalkan potensi bahaya di area kerja.
semoga bermanfaat
salam safety
Friday, December 16, 2016
DEFINISI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)
Menurut Simanjuntak
(1994), Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari
resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup
tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan
kondisi pekerja.
Menurut Ridley, John (1983) yang dikutip oleh Boby Shiantosia (2000,
p.6), mengartikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi
dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya,
perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau
tempat kerja tersebut.
Jackson (1999, p. 222), menjelaskan bahwa Kesehatan dan Keselamatan
Kerja menunjukkan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan
psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang
disediakan oleh perusahaan.
read more~ http://learnmine.blogspot.co.id/2015/04/keselamatan-dan-kesehatan-kerja.html
read more~ http://learnmine.blogspot.co.id/2015/04/keselamatan-dan-kesehatan-kerja.html
Menurut Simanjuntak
(1994), Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari
resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup
tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan
kondisi pekerja.
Menurut Ridley, John (1983) yang dikutip oleh Boby Shiantosia (2000,
p.6), mengartikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi
dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya,
perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau
tempat kerja tersebut.
Jackson (1999, p. 222), menjelaskan bahwa Kesehatan dan Keselamatan
Kerja menunjukkan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan
psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang
disediakan oleh perusahaan.
read more~ http://learnmine.blogspot.co.id/2015/04/keselamatan-dan-kesehatan-kerja.html
Keselamatan dan kesehatan kerja K3 adalah kondisi dimana semua potensi bahaya di area kerja sudah dikendalikan dan di minimalkan dampak dari potensi bahaya tersebut.read more~ http://learnmine.blogspot.co.id/2015/04/keselamatan-dan-kesehatan-kerja.html
Menurut Simanjuntak (1994), Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja.
Menurut Ridley, John (1983) yang dikutip oleh Boby Shiantosia (2000, p.6), mengartikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut. Jackson (1999, p. 222), menjelaskan bahwa Kesehatan dan Keselamatan Kerja menunjukkan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan.
Menurut Simanjuntak
(1994), Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari
resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup
tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan
kondisi pekerja.
Menurut Ridley, John (1983) yang dikutip oleh Boby Shiantosia (2000,
p.6), mengartikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi
dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya,
perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau
tempat kerja tersebut.
Jackson (1999, p. 222), menjelaskan bahwa Kesehatan dan Keselamatan
Kerja menunjukkan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan
psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang
disediakan oleh perusahaan.
read more~ http://learnmine.blogspot.co.id/2015/04/keselamatan-dan-kesehatan-kerja.html
Keselamatan dan kesehatan
kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan,
lingkungan hidup, dan ma-syarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan
kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi
oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan
risiko kecelakaan kerja (zero accident). read more~ http://learnmine.blogspot.co.id/2015/04/keselamatan-dan-kesehatan-kerja.html
gambar 1
Penerapan
konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan
kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost)
perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka
panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan
datang.
Subscribe to:
Posts (Atom)








