BERITA TERPERCAYA HANYA DI DUNIA PANEL

Saturday, January 21, 2017

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN JIKA ANDA AKAN MENYUSUN PROSEDUR KESELAMATAN KERJA


Keselamatan dan Kesehatan Kerja - Prosedur kerja merupakan dokumen atau tools yang digunakan sebagai acuan dalam melakukan pekerjaan, namun tidak semua perusahaan sudah memiliki prosedur kerja yang tertulis. Prosedur kerja hanya berdasarkan kebiasaan dan ingatan para pekerja, pekerja senior akan memberikan contoh kepada pekerja-pekerja yang lebih muda. Hal ini tentunya akan sangat berisiko apabila hanya mengandalkan kebiasaan atau ingatan para pekerja saja. Mengingat para pekerja akan semakin menua dan juga loyalitas pekerja satu dan lain tidaklah sama, coba banyangkan jika para pekerja yang mengerti tentang pekerjaan tersebut resign atau pensiun?

Saturday, January 14, 2017

Behavior Based Safety (BBS) Keselamatan Berbasis Perilaku


Berbicara mengenai Behavior Based Safety atau Keselamatan Berbasis Perilaku, maka sangat jelas sekali bahwa basic atau landasan jalannya program ini adalah berdasarkan perilaku.
Perilaku disini pasti sangat jelas berhubungan dengan perilaku manusia dalam hal bekerja di area kerja yang sangat banyak bersinggungan dengan alat-alat kerja, benda kerja, kendaraan kerja, langkah kerja, dan lainnya.
Dalam sistem manajemen keselamatan berdasarkan hirarki pengendalian bahaya , BBS dapat diterapkan untuk internalisasi strategi penghindaran bahaya atau kontrol administratif (termasuk penggunaan APD), tetapi tidak boleh digunakan dalam preferensi untuk pelaksanaan langkah-langkah keamanan cukup praktis lebih lanjut atas hirarki. 
 
Perilaku seseorang dapat dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang.
Faktor penentu perilaku terbagi atas 2 bagian
Faktor internal, misalnya tingkat pengetahuan, kecerdasan, persepsi, emosi, motivasi, jenis kelamin, dan sebagainya.

Tuesday, January 10, 2017

GENERAL INTERVIEW FOR HSE


Q1. What is Safety?
Q2. What is accident?
Q3. What is injury?
Q4. What is hazard?
Q5. What is risk?
Q6. What is incident?
Q7. What is safety policy?
Q8. What is safety audit?
Q9. What is safety tag?
Q10. What is safety programme?
Q11. What is attitude?
Q12. What is emergency planning?
Q13. What is work permit system?
Q14. What is work at height?
Q15. What is confined space?
Q16. What is personal protective equipment?
Q17. What is JSA?

Monday, January 9, 2017

Mengenal Safety Plan/Program Perencanaan Keselamatan Kerja



Safety plan adalah dokumen yang dibuat untuk masalah-masalah keselamatan pengoperasian kerja yang meliputi: identifikasi hazard, penilaian resiko (risk assessment) dan langkah-langkah mitigasi dan kondisi yang harus dipenuhi untuk mempertahankan tingkat keselamatan.

Tujuan pembuatan safety plan adalah:
1. untuk melakukan studi dan/ atau analisis mengenai dampak tidak dipenuhinya standar dan ketentuan pengoperasian.
2.  untuk mendapatkan alternatif pemecahan masalah dalam rangka menjamin tingkat operasi
3. untuk memperkirakan efektivitas masing-masing alternatif pemecahan masalah keselamatan sebagaimana dimaksud pada huruf b di atas.
4. untuk membuat rekomendasi perubahan atau pembatasan prosedur operasi atau pembatasan kapasitas atau hal-hal lain terkait dengan tidak dipenuhinya standar dan ketentuan pengoperasian.
mengidentifikasi target keselamatan yang harus dipenuhi untuk memastikan keselamatan operasi.

Sunday, January 8, 2017

BAGAIMANA CARA MENGUKUR KOMITMEN K3 (SAFETY)



Sesuatu yang tidak bisa diukur maka sesuatu itu tidak dapat dikembangkan. Ini quote yang diberikan oleh Dan Petersen dalam bukunya Human Error Reduction and Safety Management.
Quote ini berlaku disemua aspek K3 termasuk komitmen K3.

Banyak praktisi K3, juga bahkan ada beberapa akademisi K3, yang menganggap bahwa komitmen K3 itu adalah suatu elemen K3 yang statis atau sering diartikan komitmen itu adalah sesuatu yang "tertulis" saja. Pemikiran seperti ini memang tidak dapat disalahkan karena beberapa pihak tersebut masih "terjebak" dalam pemikiran bahwa komitmen itu kebijakan yang ditulis atau isi kebijakan merupakan komitmen organisasi.

Komitmen K3 memang membutuhkan aksi untuk dapat diukur dan diperbaiki. Namun terkadang banyak praktisi K3 masih kesulitan bagaimana mengukur komitmen tersebut. Bahkan banyak pula praktisi yang meyakini bahwa komitmen K3 itu abstrak untuk diukur. Keyakinan banyak berasal dari kondisi top management yang belum buy-in terhadap esensi K3 itu sendiri.

Komitmen K3 merupakan bentuk kesanggupan dan kesungguhan top management terhadap upaya untuk menihilkan deviasi atau mengendalikan kerugian, utamanya pada manusia dan lingkungan.

Beberapa aktifitas yang dapat dipakai sebagai indikator terhadap komitmen K3 adalah :